Lima Ciri Manusia Bertakwa

Ibadah puasa yang saat ini kita jalani sebagaimana diperitahkan  oleh Allah SWT didalam firman-Nya QS al-Baqarah ayat 183, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Firman Allah tersebut terkandung makna bahwa ibadah puasa itu esensinya adalah membentuk segepap pribadi muslim yg beriman dan bertaqwa. Betapa pentingnya nilai taqwa, dan taqwa  merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tingginya derajat taqwa. Manusia yang paling mulia derajatnya di sisi Allah SWT adalah orang yang paling taqwa di antara mereka.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bertaubatlah sebelum terlambat

Setiap hamba pasti pernah terjerumus dalam dosa bahkan juga dosa besar. Mungkin saja seseorang sudah terjerumus dalam kelamnya zina, membunuh orang lain tanpa jalan yang benar, pernah menegak arak (khomr), atau seringnya meninggalkan shalat lima waktu padahal meninggalkan satu shalat saja termasuk dosa besar berdasarkan kesepakatan para ulama. Inilah dosa besar yang mungkin saja di antara kita pernah terjerumus di dalamnya. Lalu masihkah terbuka pintu taubat? Tentu saja pintu taubat masih terbuka, ampunan Allah begitu luas.

Baca lebih lanjut

Bacaan Doa Untuk Orang Sakit

Bahwa apa yang menimpa kita atau saudara kita ketika menderita sakit merupakan takdir dan ketentuan Allah. Wajib bagi seorang muslim untuk ridha dan mengharap pahala. Dalam rangka mengamalkan firman Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ (155) اَلَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ (156) أُوْلَائِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبهم وَرَحْمَةٌ وَأُولَائِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”] [mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk].” (QS. Al-Baqarah : 155-157) Baca lebih lanjut

Tanda Marahnya Rasul

Para sahabat bisa melihat tanda marahnya Rasul dari raut wajah beliau, karena rasul tidak pernah marah dengan lisannya, seperti beberapa riwayat hadist dibawah ini.

Tanda-tanda senang dan marahnya  Rasulullah s.a.w., “Senang dan marhnya Nabi s.a.w. dapat diketahui dari raut wajah beliau. Apabila beliau senang maka seolah-olah wajahnya malahik al-judur (dinding-dinding yang menerima pantulan sinar matahari dari cermin). Dan apabila beliau marah maka warna wajahnya menjadi suram.

Ibnu Umar r.a. menuturkan

IbnMas’ud r.a. menuturkan, “aku mnyaksikan sesuatu dari diri Miqdad sehingga aku lbih suka menjadi temannya daripada segala yang ada dimuka bumi ini. “Ibnu Mas’ud menambahkan, “apabila Rasulullah s.a.w. marah maka wajah beliau memerah.

Rendah Hati

Abu Burdah r.a. bercerita:

Aku bertanya kepada Aisyah r.a. tentang apa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. ketika berada dirumah?

Aisyah r.a. menjawab, “Beliau selalu membantu pekerjaan istrinya.”

Qudamah ibn Abdullah ibn Amir bercerita, Aku melihat Rasulullah s.a.w. melontar jumrah dari atas onta yang berwarna kelabu. Beliau tidak memukul, mengusir atau mengatakan , “minggir! Minggir!.” Baca lebih lanjut