Ibadah Haji Perpisahan

Rasulullah mengumumkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji. Beliau berangkat ke mekkah pada akhir bulan zulhaidah tahun ke 10 hijriyah, setelah mengangkat Abu Dujanah sebagai penanggung jawab keamanan di kota Madinah selama beliau tidak berada di kota itu.

Manasik kali ini berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh orang-orang arab jahiliyyah dahulu.

Sekarang mereka dilarang keras memasuki masjidil haram. Dengan demikian mulai saat itu yang melaksanakan ibadah adalah para ahli tauhid. Yaitu mereka yang hanya menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya. Berbondong-bondong kaum muslimin di berbagai penjuru menghadapkan wajah kearah Baitullah. Mereka mengetahui Amirul Hajj adalah baginda Rasulullah sendiri.

Beliau kemudian berkhutbah  yang garis besarnya adalah sebagai berikut :

“Hai kaum muslimin, dengarkanlah apa yang hendak kukatakan,mungkin sehabis tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian (dalam keadaan seperti ini) di tempat ini untuk selama-lamanya… Baca lebih lanjut