Ibadah Haji Perpisahan

Rasulullah mengumumkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji. Beliau berangkat ke mekkah pada akhir bulan zulhaidah tahun ke 10 hijriyah, setelah mengangkat Abu Dujanah sebagai penanggung jawab keamanan di kota Madinah selama beliau tidak berada di kota itu.

Manasik kali ini berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh orang-orang arab jahiliyyah dahulu.

Sekarang mereka dilarang keras memasuki masjidil haram. Dengan demikian mulai saat itu yang melaksanakan ibadah adalah para ahli tauhid. Yaitu mereka yang hanya menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya. Berbondong-bondong kaum muslimin di berbagai penjuru menghadapkan wajah kearah Baitullah. Mereka mengetahui Amirul Hajj adalah baginda Rasulullah sendiri.

Beliau kemudian berkhutbah  yang garis besarnya adalah sebagai berikut :

“Hai kaum muslimin, dengarkanlah apa yang hendak kukatakan,mungkin sehabis tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian (dalam keadaan seperti ini) di tempat ini untuk selama-lamanya…

Hai kaum muslimin, bahwasanya darah dan harta benda kalian adalah suci bagi kalian (yakni tidak boleh diperkosa oleh siapa pun juga) seperti hari ini dan bulan Suci sekarang ini. Kalian pasti akan menghadap Tuhan kalian, dan pada saat itu kalian akan dituntut  pertanggungan jawab kalian atas segala perbuatan kalian.. ya hal itu telah kusampaikan!

Barangsiapa diserahi amanat, hendaklah menunaikan amanatnya kepada yang berhak….

Segala macam riba tidak boleh berlaku lagi, akan tetapi kalian berhak menerima kembali harta-pokok (modal) kalian. Dengan demikian kalian tidak berbuat aniaya dan tidak pula dianiaya…

Allah telah menetapkan riba tak boleh dilakukan lagi, dan riba (yang dijalankan oleh) Abbas bin Abdul Muthalib tidak berlaku semuanya.

Tindakan menuntut balas atas kematian seseorang sebagaimana yang berlaku di masa jahiliyah tidak boleh berlaku lagi. Tindakan pembalasan jahiliyah seperti itu yang pertama kunyatakan tidak berlaku ialah tindakan pembalasan atas kematian Rani’ah bin Al Harits bin Abdul Jurnalis (yang dibunuh oleh Bani Hudzail).

Kemudian, hai kaum muslimin,dinegeri kalian ini, setan sudah putus harapan sama sekali untuk dapat disembah lagi.Akan tetapi setan masih menginginkan selain itu. Ia akan merasa puas bila kalian melakukan perbuatan yang rendah. Karena itu hendaklah kalian jaga baik-baik agama kalian!….

RasulullahRasulullah kemudian membacakan ayat suci Al Qur’an:

Menunda-nunda berlakunya larangan bulan suci menambah besarnya kekufuran. Dengan itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kedudukannya oleh Allah.(Qs. At-Taubah 37)

zamanberputar seperti keadaannya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Jumlah bilangan bulan menurut Allah adalah 12 bulan, empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut dan bulan Rajab itu ialah antara bulan Jumadilakhir dan bulan Sya’ban…

Kemudian hai kaum muslimin, sebagaimana kalian mempunyai hak atas para istri kalian, merekapun mempunyai hak juga atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian. Mereka di larang keras melakukan perbuatan tidak senonoh. Bila mereka melakukan perbuatan itu, Allah mengijinkan kalian berpisah tempat tidur dan kalian diizinkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak sampai mengakibatkan gangguan badan. Apabila mereka sudah menghentikan perbuatan tidak senonoh itu, maka adalah menjadi kewajiban kalian memberi nafkah dan pakaian kepada mereka secara baik-baik….

Perlakukanlah para istri kalian dengan baik, mereka itu adalah kawan-kawan yang membantu kalian dan mereka tidak mempunyai sesuatu untuk mengurus diri mereka sendiri.

Ketahuilah bahwa kalian mengambil mereka (dari tengah-tengah keluarga mereka) sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah. Karena itu, perhatikanlah kata-kataku itu, hai kaum muslimin.. Ya Allah, sudahkah kusampaikan?

Aku meninggalkan sesuatu kepada kalian, yang jika kalian pegang teguh, jalan tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan sunnah nabi-Nya.

Hai kaum muslimin, dengarkanlah perkataanku dan perhatikanlah! Kalian mengerti bahwa setiap orang muslim adalah saudara bagi orang muslim yang lain, dan semua kaum muslimin adalah saudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu dari saudaranya, kecuali yang telah diberikan kepaadanya dengan senang hati, karena itu janganlah kalian menganiaya diri sendiri… Ya Allah sudahkah kusampaikan?

Jama’ah muslimin menyahut serentak: Almarhumah na’am!… ya benar!

Rasul menjawab : ya Allah,saksikanlah!”

Ibnu Usaha meriwayatkan, bahwaorang yang menyampaikan ucapan rasulullah dengan suara keras ketika beliau berada di arafat, ialah Rabi’ah bin Unsyiah bin Khalifah. Kepadanya rasul berkata:

Katakanlah hai kaum muslimin,bahwa rasulullah bertanya: tahukah kalian, bulan apa sekarang ini?’

Mereka menyahut pertanyaan Rasulullah yang disampaikan melalui Rabi’ah itu : “bulan suci!”

Beliau berkata kepada Rabi’ah :”katakanlah kepada mereka, bahwa darah dan harta benda kalian telah disucikan Allah (yakni tidak boleh diperkosa) seperti bulan suci sekarang ini hingga tiba saat kalian bertemu dengan Tuhan kalian!”

Pada hari arafat dari hijjatul wada’ yang besar itu turun lah firman Allah :

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepada kalian. Dan telah Ku ridhoi Islam menjadi agama kalian….(qs Al Maidah: 3)

Ketika Umar binKhattab mendengar firman  Allah itu dibacakan Rasulullah, ia menangis. Seorang sahabat bertanya :”mengapa engkau menangis?” Ia menjawab : ” Sesuatu yang tidak sempurna adalah kurang!” Ia merasa bahwa seolah olah rasulullah tidak lama lagi akan meninggalkan umatnya selama lamanya menghadap Allah ta’ala.

Memang benar, tanda tanda perpisahan hendak meninggalkan umatnya telah terpancar ketika khutbah hijjatul wada’ dan ketika menjelaskan agama kepada banyak perutusan yang menghadap beliau di jumratul Aqabah, beliau mengucapkan :”ambillah dariku cara kalian bermanasik haji, mungkin sehabis tahun ini aku tidak akan menunaikan ibadah haji lagi”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s