Kehancuran Suatu Kaum

Allah yang Maha Pengasih dan Maha penyayang memberikan kenikmatan dan kehidupan kepada mahluq  ciptaannya.

Silih bergantinya  siang dan malam

Terbitnya sinar mentari,

menikmati kehangatan sinarnya, hingga manusia dapat mencari dan menjemput rizqi dari-NYa

Merasakan lembutnya malam hari,

hingga manusia dapat beristirahat di dalam keheningannya

Allah memberi kehidupan yang indah di bumi-NYa

Menikmati kehidupan di bawah langit yang  menakjubkan, kokoh dan aman sebagai tempat bernaung

Luasnya hamparan darat dan lautan hingga dapat menikmati safar

Semua itu Dia ciptakan sempurna,

Sempurna sebagaimana Dia menyempurnakan jiwa jiwa manusia

Dalam nikmat yang banyak itu, Allah memberikan dua pilihan yang di ilhamkan…

Berupa jalan kejahatan dan jalan kebaikan

Manusia bebas memilihnya

Beruntunglah orang yang berusaha menyucikan jiwanya

Berusaha dengan penuh kesadaran jiwanya,

Membaca ayat-ayat-NYA dan merenungkannya sebagai pelajaran hidupnya

Merugilah orang yang sengaja mengotori jiwanya,

Tidak perduli dengan ayat-ayat-NYA, menjauh dari ayat-ayat-NYa bahkan menolaknya

Apabila kaum telah melampaui batas sedemikian itu

Maka datanglah diantara mereka orang-orang yang paling jahat, paling celaka

Mereka membawa kesesatan yang menyelimuti kehidupan,

sehingga manusia semakin lalai, semakin jauh dari jalan-NYA

Kemudian datanglah petunjuk-NYA,

Orang-orang terbaik di antara mereka memberikan nasehat

nasehat kebaikan, untuk kembali kejalan-NYA

Namun sayang…

KAUM ITU MENDUSTAKAN PETUNJUK-NYA

Maka datanglah kebinasaan dan kehancuran itu.

Sebagaimana di kisahkan dalam surah AS-SYAMS berikut ini (Wallahu a’lam bi shawab…Hanya Allah yang Maha tahu maksud dan artinya, semoga kita dapat mengambil pelajaran).

Terjemahan Surah AS-SYAMS

1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

2. dan bulan apabila mengiringinya,

3. dan siang apabila menampakkannya,

4. dan malam apabila menutupinya,

5. dan langit serta pembinaannya,

6. dan bumi serta penghamparannya,

7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

13. lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”.

14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

artikel lain :

Motivasi Qur’an

Akhlaq Rasulullah

Motivasi Usaha

Hobi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s