Perang Badar

Perang Badar adalah pertempuran pertama yang dilakukan Umat Islam setelah masa hijrah ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Perang Badar berlangsung pada 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah ( 13 Maret 624 M ) yang bertepatan pada hari Jum’at melibatkan kaum muslim melawan kaum kafir Quraisy. Perang Badar dikenal juga dengan Perang Badar Al-Kubra.

Berawal dari Hijrahnya umat Islam ke kota Madinah. Karena berbagai tekanan kafir Quraisy kepada umat Islam sudah sangat meresahkan. Beberapa sahabat di awal munculnya Islam telah disiksa , bahkan beberapa diantaranya mati syahid dibunuh kafir Quraiys. Para sahabat itu antara lain Bilal Bin Rabbah, Yasir, Amr Bin Yasir, Sumaiyah Istri Yasir, Khabbah Bin Aris, Ummu Ubais, Zinnirah, Abu Fukaihah, Al-Nadyah, Amr Bin Furairah, Dan Hamamah.

Kezaliman Musyrikin Quraisy mencapai puncaknya ketika mereka melakukan persekongkolan jahat untuk membunuh Rasulullah Muhammad saw.

Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah yang berbunyi

”Dan ketika orang-orang kafir (Qureisy) merencanakan tindakan jahat terhadap dirimu, hendak menangkap,memenjarakan atau membunuh mu atau mengusir mu. mereka merencanakan tindakan jahat, namun Allah menggagalkan rencana jahat mereka, dan Allah adalah pembalas rencana jahat yang sebaik-baiknya.”
(Al-Qur’an surat Al Anfal ayat 30)

Sesudah Jibril menyampaikan wahyu tersebut berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w :

”Yaa Rasuulullah. Laa tabit hadzihil lailata ‘ala firaa syikalladzi kunta tabiitu ‘alaihi. Wa innallaha ya’muruka bilhijrati ilil madiinah.”

”Allah menyuruh engkau suapaya berangkat hijrah ke Madinah, hai Rasulullah! Janganlah engkau tidur malam ini diatas tempat tidur engkau yang engkau telah biasa tidur di atasnya, dan sesungguhnya ALLAH menyuruh engkau supaya berangkat hijrah ke Madinah.” Kemudian Rasui Hijrah ditemani dengan sahabat terdekatnya yakni Abu Bakar.

 Tidak puas dengan tindakannya mengusir umat Islam dan Rasulnya, bahkan mereka menjarah harta yang ditinggalkan umat Islam di Mekkah.

Umat Islam yang kala itu sudah Hijrah ke Madinah bertekad membalas keangkara murkaan yang dilakukan Musyrikin Mekkah kepada mereka. Keangkara murkaan yang merajalela apabila tidak diberi pelajaran, pasti akan semakin menemukan kejayaannya.

Maka dari itu kaum Muslimin berusaha menuntut balas dengan  melakukan pencegatan kafilah dagang raksasa kaum musyrikin Quraisy yang berangkat meninggalkan Syam pulang ke Mekkah yang melintas di Madinah. Seribu ekor unta penuh muatan barang berharga dibawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb diikuti oleh tokoh-tokoh Mekkah lainnya yang jumlah keseluruhan mencapai 30 orang sampai 40 orang.

Kalau harta sebesar itu sampai lepas dari tangan mereka, ini merupakan pukulan telak bagi penduduk Mekkah. Harta kekayaan sebesar itu dipandang sebagai pengganti atas harta kekayaan umat Islam yang dirampas musyrikin Qureisy ketika mereka berangkat Hijrah akibat perlakuan musyrikin Mekkah yang semena-mena terhadap umat Islam.

Kemudian Kaum Muslimin berangkat bersama Rasulullah melakukan ekspedisi pencegatan itu. Tidak diduga ekspedisi itu menjadi kejadian yang teramat penting dalam sejarah Islam.

Kafilah Besar pimpinan Abu Sufyan dapat meloloskan diri dari hadangan kaum muslimin. Kemudian mereka mengirim kurir ke kota Mekkah. Mereka meminta bala bantuan yang besar demi mengamankan harta kekayaan yang besar yang dibawa kafilah Abu Sufyan kala itu.

Kaum muslimin pun mengirimkan mata-mata ke kota Mekkah untuk mencari tahu keadaan orang Qureisy.

Maka hebohlah kota Mekkah, ketika Ibnu Amr berdiri diatas punggung unta, melepaskan kendali serta merobek-robek bajunya sendiri kemudian berteriak: “hei orang Qureisy..bahaya! bahaya! Harta benda kalian yang dibawa kafilah Abu Sufyan dihadang oleh Muhammad dan kawan-kawannya! saya pikir boleh tidak boleh kalian harus sanggup menyelamatkannya. Bantu…Bantu!

Kaum Musyrikin semuanya siap. Ada yang keluar sendiri, ada pula yang mewakilkan kepada orang lain. Dengan darah mendidih mereka berangkat ttanpa menghiraukan kesulitan dan rintangan. Mereka terdiri dari 950 orang prajurit serta membawa 200 ekor kuda. Bersama mereka turut pula para wanita memukul rebana dan menyanyikan lagu-lagu mengejek umat Islam yang mereka benci.

Mereka menuju ke utara hendak menyusul kafilah yang sedang berjalan ke arah Madinah untuk bergabung dengan mereka.

Tetapi Abu Sufyan tidak sabar menunggu bala bantuan. Ia sebagai pemimpin Musyrikin Qureisy yang cerdik mencurahkan segenap akal dan kecerdikannya untuk meloloskan diri dari serangan kaum muslimin. Hampir-hampir rombongan kafilah itu jatuh ketangan kaum Muslimin.

Menurut riwayat, Abu sufyan ketika itu berpapasan dengan seorang bernama Majdi bin Amr, ia bertanya “apakah ada melihat seseorang?” Majdi menjawab : Saya tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Saya hanya melihat dua orang penunggang kuda menuju bukit itu. Setelah mengambil air lalu pergi..” Abu Sufyan segera menuju bukit yang ditunjuk. Di tempat bekas unta kaum muslimin berhenti ia menemukan kotorannya. Setelah dikorek-korek, ia menemukan sebuah biji kurma.. Ia bergumam: “Demi Allah, ini pasti dari makanan unta orang-orang Madinah!” Ia yakin benar apa yang dikatakan Majdi tentu sahabat-sahabat Muhammad dan pasukannya pasti tidak jauh dari tempat itu.

Ia cepat-cepat menuju kafilahnya, dan mengarahkan kafilahnya ke tepi pantai, meninggalkan Badr. Dan Akhirnya berhasil menyelamatkan diri.

Abu Sufyan mengirim Kurir kepada rombongan pasukan  Qureisy yang hendak menyusul untuk menyampaikan pesan: “Kalian telah keluar menyelamatkan kafilah, teman-teman dan harta kalian, tetapi sekarang Tuhan telah menyelamatkan semuanya itu. Karena itu lebih baik kalian pulang saja. Abu Jahal yang menerima pesan itu menjawab dengan congkak : “Demi Allah, kami tidak akan pulang sebelum di Badr. Disana kami akan tinggal 3 hari, memotong ternak, makan beramai-ramai dan minum arak sambil menyaksikan perempuan-perempuan menyanyikan lagu-lagu hiburan. Biarlah orang arab mendengar berita tentang perjalanan kita semua, biarlah mereka tetap takut kepada kita selama-lamanya.

Itulah pernyataan Abu Jahal yang menginginkan Muslimin gentar selam-lamanya.

Dan itu juga sejak semula dikhawatirkan Rasulullah. Semakin kuat kedudukan kaum musyrikin maka semakin luas kekuasaan didaerah itu akan membahayakan umat Islam yang baru terbentuk dan masih seumur jagung.

Maka itu Rasulullah tidak menghiraukan larinya kafilah dagang Abu Sufyan. Beliau mencurahkan kepada patroli bersenjata di kawasan itu, guna memperlihatkan kemampuan moril umat Islam.

Pada malam harinya Rasulullah saw menugaskan Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam dan Sa’ad bin Waqqash supaya menyelidiki keadaan pasukan musyrikin dan menyadap berita tentang persiapan mereka. Disaat sedang bertugas mereka menjumpai 2 orang budak milik orang-orang Qureisy menawarkan air. Dua orang itu kemudian ditangkap dan di bawa ke markas. Pada waktu itu Rasulullah sedang menunaikan Shalat. Mereka di interograsi oleh beberapa orang muslimin. Mereka menjawab : “Kami ditugaskan pasukan Qureisy untuk menyediakan air minum bagi mereka”.
Akan tetapi beberapa orang muslimin yang tidak puas dengan jawaban itu, memukulinya. Karena kesakitan mereka menjawab .“ Kami budak kepunyaan Abu Sufyan”. Kemudian seusai Shalat Rasulullah menemuinya dan menegur kepada sahabatnya : “ Ketika dua orang budak itu berkata benar, kalian pukul, tetapi setelah mereka berdusta, kalian biarkan.”

“Demi Allah dua orang budak itu tidak berdusta. Dua-duanya memang kepunyaan orang Qureisy,” demikian kata Rasulullah, beliau bertanya-jawab dengan dua orang budak itu!
– Beritahukan kepadaku keadaan orang-orang Qureisy!
+ Mereka berada dibelakang bukit pasir itu, yang anda lihat di pinggir sebelah sana.
– Berapa banyak jumlah mereka?
+ Banyak sekali
– Apa persenjataan mereka?
+ Kami tidak tahu.
– Berapa ekor unta yang mereka potong setiap hari?
+ Kadang-kadang sembilan, kadang-kadang sepuluh ekor.
– Kalau begitu jumlah mereka antara sembilan ratus dan seribu orang!
– Siapakah pemimpin Qureisy yang ada ditengah mereka?
+ Utbah dan Syaibah, dua anak lelaki Rabi’ah, Abul Bahtari bin Hisyam, Hakim bin Hizam, Naufal bin Khuwailid, Al Harits bin Amr, Thu’aimah bin Adiy, An Nadhr bi Hartis, Zam’ah bin Al-Aswad, Amr bin Hisyam (Abu Jahal), Umayyah bin Khalaf…dan lain-lain.

Selesai tanya jawab Rasulullah saw berkata kepada sahabatnya : “Ketahuilah, Mekkah sekarang telah mengerahkan pemimpin-pemimpinnya untuk menyerang kalian!” (Riwayat Ibu Hisyam (II/65) dari Ibnu Ishaq yang berasal dari Yazid bin Ruman dan dari Urwah bin Zubair).

Terungkap fakta betapa gentingnya keadan saat itu. Kaum Muslimin yang hanya 313 orang , menghadapi tentara Qureisy yang jumlahnya 900 sampai 1000 orang. Seluruh kekuatan musyrikin Qureisy dikerahkan. Pemimpin-pemimpin utamanya ikut serta. Mereka hendak menuntaskan permusuhannya selama 15 tahun terakhir itu terhadap umat Islam. Pukulan yang telak akan dapat menghancurkan Islam dan memperkokoh kembali kemusyrikan sebagai kekuatan tunggal di jazirah arab.

Kaum Muslimin akhirnya bertemu dengan pasukan Musyrikin pimpinan Abu Jahal di lembah Badr. bersambung…

Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah.

Kejadian Penting lainnya di Bulan Ramadhan :

1 Turunnya Al Qur’an

3. Perang Khandaq

Lihat artikel lainnya :

Akhlaq Rasul

Pengobatan Islami

Al Qur’an Menyembuhkan

Hobi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s